Zainuddin Tamir Koto

(1941—2011)
Pengarang

Zainuddin Tamir Koto atau Zatako dikenal sebagai penulis puisi, cerpen, dan novel. Dia lahir di Gasan Ketek, Kabupaten Padang Pardiaman, Provinsi Sumatra Barat, pada tanggal 14 Desember 1941 dan meninggal di Medan Timur tahun 2011.

Setamat SMA bagian A pada tahun 1962, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Panca Budi, Medan. Namun, karena suatu hal, kuliahnya tidak selesai. Dia hanya kuliah sekitar dua tahun, yakni dari tahun 1963 sampai tahun 1964.

Zatako, mulai menulis sejak tahun 1958. Selain menulis puisi, cerpen, dan novel, Zatako juga berprofesi sebagai wartawan di bidang kebudayaan dan olah raga; ia juga dikenal sebagai penerjun serta mahir di bidang silat dan karate. Zatako juga sempat main film dan berperan sebagai dukun dalam film yang berjudul Nyi Loro Kidul garapan B.Z. Kadaryono. Dia dikenal sebagai penulis lepas di berbagai media cetak di kota Medan, Padang, Jakarta, Singapura, dan Malaysia. Tulisan-tulisannya terbit dalam beberapa majalah, antara lain Horison, Basis, Selecta, dan Violeta. Zatako pernah menjadi redaktur Sinar Pembangunan, Olympic, Top, staf redaksi pada harian Sinar Pembangunan, dan koresponden harian Haluan.

Sastrawan yang lahir di ranah Minang dan menetap di Medan ini dulunya aktif berteater di Bengkel Kerja Actor's Studio Medan bersama sastrawan lainnya, seperti Sori Siregar, Burhan Piliang, dan M. Arif Husin Siregar. Namun, pada awal tujuh puluhan kegiatan Zatako lebih banyak di dunia kesusastraan. Di daerah Sumatra Utara, ia dianggap sebagai penyair senior. Sebagai wartawan olah raga, Zatako berpengalaman luas dan sudah mengunjungi beberapa negara.

Karya-karya Zatako, antara lain adalah Kumpulan puisi 1) Pasar Malam (1962), 2) Angkatan Kini (1966), 3) Mesranya Kata, Merdunya, 4) Suara (Puisi Indonesia, 1976), 5) Matahari (Sastra Awam Medan, 1979), 6) Angku Gadang (Sinar Agung Medan, 1980). Novel 1) Playboy (1979), dan 2) Tati Babu Menteng (1985).

Kumpulan Cerpen 1) Air Zam-Zam (1985), 2) Indonesia (kp, 1985), dan "Surat dari Ayah" (cerpen) dan cerpen ini di pilih Satyagraha Hoerip untuk Antologi Cerita Pendek Indonesia III). Kemudian cerpen Zatako yang berjudul "Angku Gadang" dan "Makam" dimuat dalam antologi Titian Laut I dan Titian Laut II terbitan Dewan Bahasa Pustaka Malaysia tahun 1984—1986.