Tresna Atas Tresna

(1983)
Karya Sastra

Tresna Atas Tresna merupakan novel karya Nasjah Djamin yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1983 oleh penerbit Bahtera, Jakarta, setebal 271 halaman.

Nasjah Djamin dalam novelnya ini mengisahkan cinta segitiga antara Bastari, Tresna, dan Ningsih yang dilatarbelakangi cerita legenda Roro Mendut. Dua orang perempuan ini adalah kakak beradik. Keduanya sama-sama cantik dan menarik. Tresna pendiam, Ningsih lincah. Bastari mengenal Tresna karena ia mondok di rumah romo (sebutan untuk seorang pangeran tua). Laki-laki tua ini yang mengasuh Tresna sejak kecil, sementara Ningsih, sang kakak, tinggal bersama orang tuanya.

Sebelum mengenal Tresna, Bastari sudah mengenal Ningsih. Saat Bastari tinggal di rumah romo, Ningsih kerap mendatanginya dan kemudian menyerahkan keperawannya pada Bastari. Saat itu, Tresna sudah menaruh hati kepada Bastari dan begitu pula sebaliknya. Bastari tidak menyampaikan rasa ketertarikannya kepada Tresna karena curiga gadis itu adalah 'kekasih' romo. Bastari menyamakan romo sebagai Tumenggung Wiroguno dan Tresna adalah Roro Mendut. Tresna memang 'kekasih' romo. Ketika gadis itu masih SMP, kegadisannya direnggut oleh romo.

Perbuatan romo akhirnya diketahui oleh keluarga gadis itu. Laki-laki tua itu akhirnya bertobat dan tirakat menebus dosa-dosanya. Ia pergi meninggalkan Tresna dan merelakan Bastari bercinta dengan gadis itu. Untuk itu, Ningsih disisihkan dari sisi Bastari. Romo dan Ningsih pergi meninggalkan Jogya. Tresna dan Bastari menikah dan mengunjungi makam Roro Mendut dan Pronocitro. Tresna percaya berkat kunjungan itu si pria akan cinta terhadap wanitanya. Apabila si pria memisahkan diri dengan si wanita, hidupnya akan sengsara dan sulit mendapatkan rezeki.

Mitos tersebut seolah-olah berlaku bagi Bastari. Ia selalu sengsara kalau pergi meninggalkan Tresna. Suatu saat Bastari pergi ke Jakarta menjumpai Ningsih, yang pada saat itu menjadi pelacur kelas tinggi. Perempuan ini menyadarkan Bastari bahwa itu semua hanyalah sebuah mitos. Namun, sayang Bastari meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Pembuktian mitos yang dilakukan oleh pengarang dalam novelnya ini terasa dipaksakan dan tergesa-gesa. Bastari mati secara mendadak.

Selain kisah cinta segitiga, novel karya Nasjah Djamin ini juga mengedepankan masalah kebobrokan pergaulan muda-mudi saat itu akibat modernisasi. Remaja-remaja yang kerasukan ganja serta seks bebas serta bursa seks di kalangan masyarakat di tingkat sosial atas. Melalui karyanya ini pengarang nampaknya ingin memberikan gambaran keburukan dampak modernisasi yang mengakibatkan kesenjangan sosial. Hanya sayangnya novel ini baru sampai dalam taraf deskripsi saja.

Naning Pranoto (1984) menilai kekuatan novel ini terletak pada materi cerita yang dikuasai dengan baik oleh pengarangnya dengan alur yang kuat. Tresna atas Tresna memang dapat dikategorikan sebagai bacaan hiburan yang menarik. Novel ini dapat digolongkan sebagai bacaan populer. Apa yang disampaikan merupakan hal yang mudah difahami dan sederhana, permasalahannya pun sederhana.

Yang menarik dari novel ini adalah latar cerita rakyat yang dipakai yaitu latar cerita Roro Mendut. Pengarang mencoba mengaitkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam novel ini dengan mitos roro mendut, bahkan tokoh-tokohnya juga diidentikkan dengan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita rakyat tersebut. Elaborasi pengarang terhadap cerita rakyat ini menarik. Pengarang tampaknya ingin men ghidupkan kembali cerita rakyat tersebut untuk dapat dinikmati kembali oleh pembaca modern.

Kelancaran pengarang menyampaikan karyanya menjadikan novel ini mirip sebuah kisah nyata. Ada beberapa adegan porno pada novel ini sebagaimana pada karya-karya novel Nasjah Djamin lainnya, tetapi adegan pornonya digarap dengan baik. Selain itu, mistik juga mewarnai novel ini.