Siswa

(1970—...)
Media Penyebar/Penerbit Sastra

Majalah Siswa diterbitkan pertama kali pada bulan Januari 1970 oleh penerbit Majelis Luhur Taman Siswa, Jalan Taman Siswa No. 6, Yogyakarta dengan moto majalah untuk Tunas Bangsa Indonesia. Staf redaksi majalah Siswa adalah Mochamad Tauchid (pemimpin redaksi), R.P. Sudarma (sekretaris), S. Rahardjo (redaktur pelaksana), Moch. Tauchid, Pak Munar, Ratman, Nayono, Imam Yudotomo, S. Rahardjo, R.P. Sudarmo, dan Hariyadi (dewan redaksi), pembantu tetap Drs. Irpan Kusumodibroto, B.Sc., (Yogyakarta), Moediyono (Surabaya), Ny. Koenardi (Malang), Moesman (Medan), dan Ny. Sri Redjeki Urip Supeno (Jakarta).

Rubrik yang terdapat dalam majalah Siswa ini bermacam-macam, yaitu biografi, etika, kesehatan, resep makanan, sejarah, sastra, dan pramuka.Ruang khusus sastra memuat puisi, cerpen, dan biografi. Cerpen dan puisi dimuat secara rutin dalam ruang khusus sastra berjudul "Pelangi: Arena Kreasi Remaja" dengan editor Kak Pransa. Bahkan, editor memberikan ulasan terhadap puisi-puisi yang telah dimuat. Selain itu, untuk memberikan kesempatan kepada pembaca mengungkapkan gagasannya, majalah Siswa menyediakan ruang khusus untuk pembaca (surat pembaca). Penulis "surat pembaca" tersebut berasal dari kalangan terpelajar dari berbagai kota, seperti Surabaya, Malang, Temanggung, Yogyakarta, Temanggung, Palembang, dan Jakarta.

Majalah Siswa terbit sebulan sekali (bulanan) dengan ukuran 22,5 x 29,5 cm. Jenis kertas yang digunakannya, baik untuk halaman isi maupun halaman sampul, adalah kertas koran. Harga eceran majalah ini Rp25,00, sedangkan harga langganan per enam bulan Rp150,00 dan setahun Rp300,00. Pembelian eceran mendapat potongan 30% setiap pembelian 500 eksemplar dengan pembayaran di muka. Majalah ini cukup diminati pembaca. Hal itu terlihat dari tiras penerbitannya 35.000 eksemplar. Sasaran pembacanya adalah para siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Para penulis artikel yang dimuat dalam majalah Siswa diberi imbalan yang pantas sesuai dengan nilai dan panjang tulisan.

Dalam rangka ulang tahun majalah Siswa yang ketujuh redaktur menyelenggarakan sayembara mengarang pada tahun 1973. Jenis karya sastra yang disayembarakan adalah cerpen, puisi, dan karikatur. Para pemenangnya mendapat hadiah buku-buku bacaan sastra, bendelan majalah Siswa tahun 1971-1973, baju pramuka, dan piagam.

Majalah Siswa tahun 1971 menerbitkan tiga puisi dan enam cerpen; tahun 1972 sebelas cerpen, empat puisi; tahun 1973 tiga cerpen; tahun 1974 empat cerpen, tiga puluh puisi; tahun 1975 sembilan cerpen, delapan belas puisi; tahun 1976 sepuluh cerpen, dua puluh lima puisi, dan tahun 1977 tiga cerpen, empat belas puisi.

Penulis sastra dalam majalah ini ada yang namanya terkenal sampai saat ini, seperti Korrie Layun Rampan dan Suwarno Pragolapati, pengarang Yogyakarta yang hilang misterius.

Di antara karya sastra yang diterbitkan dalam majalah Siswa dapat disebut, antara lain cerita pendek (1) "Insyaf" karya Gde Soekari, No. 5, Th. I, 5 Mei 1971; (2) "Menjelang Keberangkatan" karya Kelana Sari, No. 6, Th. I, Juni 1971; (3) "Penjual Koran" karya Nunuk Sri Handayani, No. 11, Th. I, November 1971; (4) "Setelah Badai Berlalu" karya Setyadarma dalam Siswa, No. 12, Th. II, Desember 1972; (5) "Setitik Kenangan dari Surabaya" karya Ratna Pertiwi, No. 11, Th. II, November 1972 (6) "Setelah Badai Berlalu karya Setyadarma No. 12, Th. II, Desember 1972; (7) "Di Antara Dinding Sekolah" karya Ari Basuki, No. 12, Th. V, September 1975; (8) "Gadis Nirmala" karya F.S. Topobroto, No.1, Th. I, Januari 1971; (9) "Kemamang" karya Suwarno Pragolapati, No.13, Th. VI, Juli 1976; (10) "Perpisahan" karya Liem Toong, No. 18, Th. V, 20 Desember 1975; (11) "Di Antara Dinding Sekolah" karya Ari Basuki, No. 12, Th. V, September 1975; (12) "Makmur Dusun Siti Luhur" karya Suwarno Pragolapati, No. 7, Th. V, Juli 1975; (13) "Sore itu Langit Menjadi Kelabu" karya Purwadi Djoko Widodo, No. 4, Th. VII, April 1977; (14) . Karya yang berupa puisi, diantaranya adalah (1) "Perjuangan Generasiku" karya Sumadi, No. 5, Th. I, Mei 1971; (2) "Hembusan Angin" karya Susilo, No. 8, Th. I, Agustus 1971; (3) "Aku Masuk Ruang Bidang dengan Kejernihan yang Sama" karya Ari Basuki; (4) "Merdeka" karya Cecep M. Juhyar, No. 2, Th. V, Februari 1975; (5) "Tiada" karya I Putu Wirya, No.15/16, Th. V, 5, 20 November 1975; (6) "Pahlawanku" karya Kriswanto Hariadi, No. 7, Th. II, Juli 1972; (7) "Ballada Kesusilaan" karya Ketoet Tedjawibawa, No.13, Th. V, Oktober 1975; (8) "Ballada Kesusilaan" karya Ktut Tejawibawa, No. 3, Th. V, Oktober 1975; (9) "Tiada" karya I Putu Wirya, No. 15/16, Th. V, November 1975; (10) "Sebuah Prahara" karya S. Jaya, No. 3, Th. V, Maret 1975; (11) "Aku Masuki Ruang Bidang dengan Kejernihan yang Sama" karya Ari Basuki, No. 4, Th. VII, April 1977; (12) "Dukaku Mati Tak Bisa Ditawar" karya R. Chandra Garata, No. 7, Th. VIII, Juli 1978; (13) "Selamat Pagi Generasi Muda" karya Elviana, No. 8, Th. VIII, Agustus 1978; (14) "Lahir Batin Memaafkan" karya Kuat Guntoro, No. 9, Th. VIII, September 1978; (15) "Ke Mana Engkau Ikut" karya S. Syahfitra Taufiq, No. 10, Th. VIII, Oktober 1978; (16) "Tuhanku" karya Hanan Wihasto, No. 11, Th. VIII, November 1978; (17) "Patung Tua" karya Toto Rahardjo, No. 12, Th. VIII, Desember 1978.