Nala Cipta Litera

(2005)
Lembaga Sastra

Nala Cipta Litera adalah sebuah lembaga penerbitan yang didirikan tahun 2005 di Sulawesi Selatan atas prakarsa Muhary Wahyu Nurba. Nala dalam bahasa Bugis berarti 'bisa', sedangkan dalam bahasa Minang berarti 'semangat'. Dengan berlandaskan pada filosofi kata tersebut, diharapkan lembaga penerbitan ini bisa memacu semangat para generasi muda untuk menulis dan berkarya.

Nala didirikan atas dasar keprihatinan terhadap kurangnya buku-buku yang dihasilkan oleh penulis Sulawesi Selatan yang secara kualitas tidak kalah bersaing dengan penulis dari pulau Jawa yang dijadikan sentralisasi kepenulisan dan juga karena sulitnya penerbitan dan pihak yang menyeponsori penerbitan.

Nala menerbitkan buku-buku atas sponsor penerbit dan penulis (nirbala) tertentu. Pengelolaannya pun menggunakan manajemen "tusuk sate". Artinya, penerbit yang sekaligus melakukan desain grafis, lay out, edit, serta cetak. Untuk pemasaran, penerbit bekerja sama dengan Gramedia.

Misi Nala secara umum adalah menerbitkan buku-buku sosial, budaya, dan sastra, tetapi sebenarnya penerbitan buku sastra lebih dikhususkan. Sayangnya, penulis-penulis yang bergelut di bidang sastra masih jarang yang termotivasi untuk menerbitkan karyanya. Mereka lebih cenderung menulis untuk dokumentasi pribadi. Hal ini mempengaruhi ketidakajegan penerbitan buku-buku sastra. Padahal, visi Nala adalah menghidupkan budaya kepenulisan di kalangan generasi muda dengan cara dapat mencetak penulis-penulis muda yang potensial.

Sasaran penerbit Nala adalah lapisan masyarakat yang meliputi desa dan kota, khususnya generasi muda (remaja). Distribusi buku-buku terbitan Nala meliputi daerah Sulawesi Selatan dan Yogyakarta.

Pengarang (sastrawan) yang telah mempercayakan tulisannya diterbitkan oleh Nala adalah (1) Syahriar Tato dengan judul tulisan Antara Bumi dan Langit, Bunga di Atas Bara, dan Menanti Musim Berganti; (2) Dul Abdul Rahman dengan judul tulisan Lebaran Kali Ini Hujan Turun; (3) Rachim Kallo dengan judul tulisan Kunci Ketiga; dan (4) Yudistira Sukatanya dengan judul tulisan Panglima Ballak Parang. Saat ini, Nala berproses menjadi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan.