Konfrontasi

(1954—1960)
Media Penyebar/Penerbit Sastra

Konfrontasi merupakan majalah kebudayaan berbahasa Indonesia. Majalah ini dikeluarkan oleh Penerbit Kebangsaan Pustaka Rakyat Jakarta, beralamat tata usaha c.o. Pustaka Rakyat, Ketapang Utara 17, Jakarta, dan dijual dengan harga langganan Rp18,00 (setahun); Rp9,00 (setengah tahun); dan harga per nomor Rp3,00. Majalah ini merupakan kelanjutan dari majalah Poedjangga Baroe (1955).

Redaksi majalah ini adalah S. Takdir Alisjahbana, Achdiat Karta Mihardja, Beb Vuyk, Hazil Tansil, dan bersama dengan Studieclub Konfrontasi. Sekretaris redaksi adalah Beb Vuyk, beralamat Jalan Belitar 6, Jakarta. Majalah ini terbit dua bulan sekali.

Sebagai sebuah majalah kebudayaan, jenis rubrik yang dimuat adalah artikel-artikel kebudayaan dan kesenian. Di dalam majalah ini juga dimuat artikel tentang kebahasaan. Karya sastra muncul secara teratur. Jenis karya sastra yang dimuat adalah cerita pendek, puisi, drama, dan kritik sastra. Majalah ini juga menginformasikan terbitan baru, baik kumpulan puisi, kumpulan cerita pendek, maupun novel. Pengarang yang karyanya dimuat dalam majalah ini, antara lain, adalah Muhammad Ali, Ali Audah, M. Balfas, Bokor, Sapardi Djoko Damono, Suwarsih Djojopuspito, B. Jass, Achdiat Karta Mihardja, Ramadhan KH, Rendra, Ajip Rosidi, Mansur Samin, Asrul Sani, Rusli Marzuki Saria, Isma Sawitri, Sitor Situmorang, Made Sukada, Trisno Sumadjo, JE Tatengkeng, Gde Winnyana, dan Hijaz Yamani.

Banyak sajak dimuat dalam majalah ini, antara lain "Bila Dia Bertanya" (1954), "Datang Dara dari Desa" (1954), "Perawan dalam Sajakku ini" (1954), "Seperti Rumput" (1954), "Anak yang Hilang" (1956), dan "Bulan di Atas Awan" (1956), "Di Senja Basah" (1956), "Duniaku" (1956), "Kakek" (1956), "Kau adalah Aku" (1956), "Maut" (1956), "Orang Kecil" (1956), "Penenun Kita" (1956), "Perawan Tua" (1956), "Satu Nama" (1956) karya Muhammad Ali; "Orang-Orang Rendah Hati" (1959), "Sisa Usia" (1959), "Tangan Waktu" (1959), "Dari Kles Kedua" (1960), "Kota Malam" (1960), dan "Suami yang Kembara" (1960) karya Sapardi Djoko Damono; "Kandungan" (1958), "Nenek Kabayan" (1958), dan "Orang Tua dan Pemain Gitar" (1958) karya Rendra; "Bandung" (1954), "Perempuan" (1954), "Sepupu" (1954), "Burak Siluman" (1957); "Di Puncak Gunung Paling Tinggi" (1957), "Diketemukan Kembali si Anak Tunggal" (1957), "Pada Senja" (1957), "Tanda Silang Kapur Sirih" (1957), "Telah Pergi Buyut Tercinta" (1957), dan "Lagu Duka Masa Kini" (1957) karya Ajip Rosidi; "Darta Terlunta dari Bumi Utara (1958), "Heiko Halmahera" (1958), "Jumpa" (1958), "Selera" (1958), "Bisik Seorang Prajurit" (1959), "Janji" (1959), "Kelasi" (1959), "Penemuan" (1959), "Penjaga Jembatan" (1959), "Permintaan" (1959), "Sementara" (1959), "Sirene" (1959), dan "Surat Buat Bokor" (1959) karya Mansur Samin; "Ditinggalkan Kereta Api Senja" (1958), dan "Isa-Muhammad" (1958) karya Rusli Marzuki Saria; "Kepada Kawan" (1959), "Langit Cerah" (1959), "Nopember 1958 I—VII" (1959), dan "Pertarungan" (1959) karya Isma Sawitri; "Bunga Batu" (1955), "Fajar" (1955), "Gambar Kota Dulu" (1955), "Lagu Perempuan" (1955), "Pastoral" (1955), "Sacre Coeur" (1955), dan "Sungai Bening" (1955) karya Sitor Situmorang; "Adikku Paling Kecil" (1958), dan "Kesetiaan" (1958) karya Made Sukada.

Cerita pendek yang dimuat, antara lain adalah "Mustar" (1960) karya Ali Audah; "Matinya Seorang Bapa" (1957) karya M. Balfas; "Bon-Bon" (1957), "Jiarah" (1957), "Kaki Bukit Selatan" (1957), "Dari Masa Dulu, Kawan" (1958), dan "Daun Jati" (1958) karya Bokor Hutasuhut; "Kereta Api Malam" (1956), "Rukmini" (1956), "Kesepian" (1957) karya Suwarsih Djojopuspito; "Di Atas Jembatan Rusak" (1959), "Bocah Malam" (1960), "Di Atas Kapal" (1960) karya B. Jass; "Si Ayah Menyusui" (1957), "Buih Memutih di Niagara" (1959) karya Achdiat Karta Mihardja; "Serakan Bintang Sekitar Yang-Tse" (1957) karya Ramadhan KH; "Nuki" (1956), dan "Nenek ke Dukun" (1957) karya Ajip Rosidi; "Museum" (1956), dan "Panen" (1956) karya Asrul Sani; "Begitulah Selalu Kalau Hujan" (1955), dan "Ibu Pergi ke Sorga" (1955) karya Sitro Situmorang; "Datuk yang Ketularan" (1955), "Kemeja Panca Warna" (1955), dan "Perwira Pers Tukang Nyanyi" (1955) karya JE Tatengkeng; "Berurusan" (1959), "Di Pangkal Ibu Jarinya" (1959), dan "Pulangnya Sudah Lain" (1960) karya Gde Winnyana; serta "Pagi Masih Berkabut" (1959) karya Hijaz Yamani.

Karya drama yang dimuat adalah "Sara Bara" (1960) karya Mansur Samin; "Bunga Narsis" (1959) karya Trisno Sumardjo.