Komunitas Seni Hitam-Putih

Lembaga Sastra

Komunitas Seni Hitam-Putih didirikan secara mandiri dan sangat berbeda dengan pendahulunya, Yayasan Bumi. Komunitas ini bermarkas di Jalan Bintungan Panyalaian No. 118, Padangpanjang, Tanah Datar, Sumatera Barat. Aktivitas mereka dapat diikuti di blog: http://komunitas-seni-hitam-putih.blogspot.com/. Pos-el (e-mail): komunitassenihitamputih@yahoo.com dan komunitassenihitamputih@gmail.com.

Yusril sebagai pendiri berusaha melahirkan karya-karya yang bersifat eksperimental, yaitu karya yang berorientasi kepada teks dan banyak memainkan visualisasi di setiap pementasannya. Setiap karya yang lahir, berangkat dari realitas sosial masyarakat dan selalu mempertunjukkan hal-hal yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Misalnya, pertunjukan yang dilakukan Yusril di daerah Buleleng, Bali di tengah keramaian penduduk dan di daerah pelacuran Doli, Surabaya.

Sebelum mendirikan Komunitas Seni Hitam-Putih, Yusril pernah mendirikan Kelompok Penulis Dangau Seni REEL, Komunitas Seni Intro, Teater Langkah, Teater SEMA, Teater PLUSINS Kayutanam, serta Yayasan Taraju Padang. Dia juga pernah menjadi dewan penasehat Yayasan Sisipus serta ketua 1 Bidang Program Dewan Kesenian Sumatra Barat periode 2007. Dia juga pernah menjadi sutradara dan penulis naskah Kamar, Embrio, Plasenta, Internet, Raker, Wanted, Kronis, Ditunggu Dogot, Menunggu, Pintu, dan Tangga ini pernah melakukan pementasan di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Jogya, Surabaya, Malang, Solo, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Padang, dan Padangpanjang. Selain dunia teater dan tulis-menulis, pendiri Komunitas Seni Hitam-Putih ini pun aktif sebagai penata artistik dan skenografer tari kontemporer di event-event nasional dan internasional. Dia juga pernah menjadi pengamat pada pertemuan teater nasional di Bandung, dan juri pada Festival Teater Nasional di Jakarta. Dia juga pernah hadir pada Pertemuan Sastrawan Nusantara di INS Kayutanam, Johor, Malaysia, dan temu penulis GAPENA di Malaka. Selain itu, Yusril sering bereksperimen melalui media film terutama film pendek. Jadi komunitas ini dipimpin oleh seorang aktivis kesenian yang dalam beberapa hal mapan