Komunikasi

(1969—1970)
Media Penyebar/Penerbit Sastra

Komunikasi merupakan majalah tengah bulanan yang terbit setiap tanggal 10 dan tanggal 25 dengan ukuran 21 cm dan 28 cm. Majalah Komunikasi diterbitkan oleh Yayasan Komunikasi dengan alamat penerbit Jalan Matraman Raya No. 10 A, Jakarta. Majalah ini pertama kali terbit pada tanggal 10 Juli 1969 dan terakhir terbit tahun 1970. Majalah umum yang hanya berusia satu tahun ini memuat banyak karya sastra dengan moto "Untuk demokrasi, persatuan, dan pembangunan berdasar Pancasila".

Penerbitan majalah Komunikasi bertujuan untuk menggugah sesama warga negara Indonesia meningkatkan komunikasi satu sama lain. Karena telah hampir 24 tahun merdeka masih terasa communication-gap di antara sesama warga, Komunikasi akan berusaha memperjuangkan terciptanya demokrasi, persatuan, dan pembangunan di negeri leluhur, dan untuk menyambut serta mendukung permulaan pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun. Pemimpin umum majalah ini adalah Alexander Wenas dan pimpinan redaksinya terdiri atas Sabam Sirait (sebagai penanggung jawab/pemimpin redaksi), Victor Matondang, Chr. J. Mooy, Soebagjo P.R., dan Drs. Z.I. Manusama sebagai staf redaksi, dan Moxa Nadeak sebagai sekretaris redaksi. Pada waktu itu redaksi majalah ini beralamat di Pintu Besar Selatan No. 80, Telepon 25789, Jakarta. Harga majalah ini Rp25,- per exsemplar, langganan setengah tahun Rp300,- dan Rp600,- setahun.

Rubrik yang dimuat dalam majalah ini meliputi pendapat-pendapat pembaca, artikel tentang demokrasi, persatuan dan pembangunan, daerah dan otonomi, hukum, kamus politik populer, kritik sastra, pokok pikiran, dan mahasiwa menggugat, sedangkan jenis karya sastra yang dimuat berbentuk cerita pendek dan kritik. Majalah ini dapat diperoleh dengan berlangganan selama setengah tahun dan dapat pula diperoleh dengan pembelian secara eceran.

Majalah Komunikasi memiliki ruang khusus "surat pembaca". Dari ruang khusus ini, diketahui bahwa para pembaca berasal dari beberapa kota, seperti Manokwari, Yogyakarta, Blora, Aceh, Bandung, Jakarta, Ambon, Padang, Tanah Toraja, dan Irian Barat. Walaupun memiliki ruang khusus kesusastraan atau kebudayaan, majalah ini tidak memuat karya sastra secara rutin. Sasaran pembacanya adalah kelompok masyarakat kelas menengah dan atas.

Jenis karya sastra yang dimuat lebih banyak berbentuk cerpen seperti "Mikro?" (M.N, Th. I, No. 7, 10 Oktober 1969), "Cerpen Natal kali ini yang Sering Terlupakan" (Julius R. Sijaranamual, Th. I, No. 12, 25 Desember 1969), "Hansip yang Baik"(G.P., Th.1, No.15, 10 Februari 1970), "Situasi-Kondisi-Ambisi" (Theresa Jansen, Th.1, No.16, 25 Februari 1970), "Pidato Droping" (MN., Th.1, No.18, 25 Maret 1970), "Produk Peradaban" (Theresa Jansen, Th.1, No.19, 10 April 1970), dan "Pintu Neraka pun Belum Tahu" (Julius R. Sijaranamual, Th.I, No.21, 10 Mei 1970).

Para pengarang yang menulis kritik sastra dalam majalah ini tergolong pengarang yang terkenal. Mereka itu, antara lain, adalah Arief Budiman yang menulis "Tulisan Rosihan dan Kita" (Th. I, No. 8, 25 Oktober 1969), Gerson Poyk dengan karya "Kafka dengan Seni Ambiguitasnya" (Th. I, No. 11, 10 Desemeber 1969), Soe Hok Gie dengan tulisan "Marco Kartodikromo (Th. I, No. 15, 10 Februari 1970), Zuber Usman menulis "Hamka Membentangkan Pengalamannya" (Th. I, No. 19, 10 April 1970), Dick Hartoko menulis "Mengerling Sastra Indonesia dari Sudut Kristen (Th.1, No.13, 10 Januari 1970), Satyagraha Hoerip dengan karya "Sastra Kristen yang Kita Harapkan" (Th.I, No.13, 10 Januari 1970), Gerson Poyk dengan karya "Sastra dalam Monolog G" (Th.I, No.13, 10 Januari 1970), Gajus Siagian dengan karya "Inspektur Jenderal" (Th.I, No.15, 10 Februari 1979), Zuber Usman dengan karya "Hamka Membentangkan Pengalaman" (Th.I, No.19, 10 April 1970), M.S. Hutagalung dengan karya "Tentang Sastra Kristen" (Th.I, No.22, 25 Mei 1970), J.E. Siahaan dengan karya "Palupi-Karya Asrul Sani" (Th.I, No.22, 25 Mei 1970), Sumartono dengan karya "Tentang Sastra Kristen (Th.I, No.24, 25 Juni 1970), M.S. Hutagalung dengan karya "Langit Makin Mendung Ki Panji Kusmin" (,Th.II, No. 29, 10 September 1970), dan M.S. Hutagalung dengan karya "Peranan Penelitian Ilmiah untuk Perkembangan Kesusastraan Indonesia" (Th.II, No. 41, 10 Maret 1970).