Indonesia

(1949—1965)
Media Penyebar/Penerbit Sastra

Indonesia merupakan majalah bulanan kebudayaan. Majalah ini berukuran 15,5 x 22 cm dan terbit pertama kalinya pada Februari 1949, dengan Pemimpin Redaksi: Idrus. Penerbit: Balai Pustaka; Alamat redaksi/administrasi: Balai Pustaka Jakarta. Tarif berlangganan sekuartal adalah f 3,-. Moto majalah ini adalah "Gelanggang fikiran dan perasaan merdeka", seperti terlihat dalam kutipan berikut. "Kita harus melihat hal ini dengan logis. Manusia tidak dapat diukur jasanya dengan pendek atau panjangnya umurnya. Majalah pun tidak. Bagi kami setiap nomor yang terbit dari majalah apapun ada harganya, karena setiap nomor itu adalah penjelmaan dari pikiran manusia yang menulis dalamnya. Dan selama manusia Indonesia menulis – ia berpikir dan selama ia bisa berpikir – ia sanggup menyerukan kepada Du Perron-Du Perron: Stop dengan penjajahan rohanimu!" (dalam "Kata Pengantar", Indonesia No.1 Th.I, Februari 1949)

Pada tahun 1950 pengelola majalah ini terdiri atas Redaksi : Achdiat K. Mihardja, Anas Ma'ruf, Tatang Sastrawiria, Asmara Hadi, Amal Hamzah, Taslim Ali; Pengelola majalah ini berganti setiap saat. pada tahun 1955 pengelola majalah ini meliputi Dewan Redaksi: Achdiat K. Mihardja, Mr. St. Mohamad Sjah, Intojo, Oesman Effendi, Boejoeng Saleh. Tahun 1958 Dewan Redaksi terdiri atas: Mr. St. Mohamad Sja, Oesman Effendi, H.S. Gazalba, B.A. Alamat: Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional (BMKN), Jalan Nusantara 28, Jakarta. Harga langganan Rp4,50 (1 eksemplar), Rp17,00 (caturwulan), Rp50,00 (setahun). Januari 1959 Dewan Redaksi terdiri atas: Amrin Thaib, Trisno Sumardjo, Nugroho Notosusanto, Wiratmo Soekito, dan H.S. Gazalba, B.A.

Pada Agustus 1959 majalah ini diasuh oleh pengurus Yayasan Penerbitan Kebudayaan, yakni Achdiat Kartamihardja, Mr. J.C.T. Simorangkir, Moh. Amir Sutaarga, Ilen Surianegara, Anas Ma'ruf, dan Wiratmo Soekito. Kemudian tahun 1960 personalianya ditambah satu orang lagi, yakni Jan Pooe. Alamat Yayasan Penerbitan Kebudayaan ini adalah Jalan Gereja Theresia No.47, Jakarta. Majalah dengan harga langganan satu tahun (empat nomor) Rp24,00 dan eceran satu nomor Rp6,00 ini terbit tiga bulan sekali.

Pada Agustus 1965 majalah Indonesia diasuh oleh J.C.T. Simorangkir S.H., Aisjah Amini S.H., Gajus Siagian, Anas Ma'ruf, Ach. Cholid Djunaedi. Harga per nomor adalah Rp300,00, berlangganan 12 nomor sebesar Rp3.600,00 (termasuk ongkos kirim dan sumbangan Monumen Nasional). Ukuran majalah itu adalah 14,5 cm x 19 cm.

Sajak yang dimuat, antara lain, adalah: "Badai-Berbadai" (T. Sumardjo, 1950); "Puisi" (Schller, 1950); "Surat Seorang Musafir: Melihat Kapal Berangkat" (Arjuna, 1950); "Orang Hitam" (M. Hussyn, 1950); "Don Yuan" (Sobron Aidit, 1950); "Kepada Gadis Muda" (Barus Siregar, 1950); "Aku Sendirian" (S. Rukiah, 1950); "Pinggir Jalan" (M. Hussyn, 1950); "Ya Insan, Aku Terdiam"; "Serenade Gadis Senja"; "Keindahan Ombak Pantai Florida" (S. Azhari, 1955); "Iseng"; "Pengail" (Zayad Rasidi, 1955); "Priangan si Jelita" (Ramadhan K.H., 1955); "Ajakan"; "Berangkat Kerja" (S. Wishnukuntjahjo, 1955); "Kasih"; "Pantai"; "Pelaut" (F.L. Risakotta, 1955); "Anak Merdeka"; "Kelahiran Adik"; "Konsert Di Kolong Jembatan" (Aziz Akbar, 1956); "Doger Senen"; "Bimbang" (Lian Sahar, 1956); "Derita Manusia" (Ramadhan K.H, 1956); "Rumah"; "Muka"; "Danau M"; "Jari"; "Angin Pagi"; "Sakit"; "Jendela"; "Mimpi"; "Tegak"; "Penawar" (Toto Sudarto Bachtiar, 1956); "Pada suatu Malam" (Ajip Rossidhy, 1956); "Senja di Desa"; "Musim Semi di Limburg" (Trisno Sumardjo, 1956); "Pulang" (Dodong Djiwapradja), "Rahsia"; "Malam Gerah"; "Keasingan"; "Laut Riau Pagi Hari"; "Krakatau"; "Selat Bali"; "Lagu Malam"; "Memandang Dataran Bandung"; "Tasikmalaya"; "Ketapang" (Boejoeng Saleh, 1956); "I, II, III, IV, V, VI" (Ramadhan K.H, 1956); "Selat Melaka" (Boejoeng Saleh, 1956); "Daerah Pegunungan"; "Gamelan" (Gde Mangku, 1956); "Mula Lari" (A. Radin O.N., 1956); "Alun Alun" (Zayad Rasidi, 1956); "Pujangga Rakyat" (M. Ch. Arthum, 1956); "Nyanyi"; "Malam Kemarau" (Sum Suradinata, 1956); "Sebuah Jeritan"; "Kemarau Awal Juni"; "Akhir Senja Dipenjara" (Bertino Vulkan, 1956); "Dunia Anak"; "Akir" (Imlhas Dyz's, 1956); "Kabar" (Jassin Abdel Mm, 1956); "Orang Asing"; "Gunung yang Hilang"; "Katamu: Laut Menarik Hatiku Selamat Tinggal!!" (A. Rossidhy, 1956); "Kematian" (Didi Suardi, 1958); "Arahkan Pisau Kedadaku Saja" (Abdul Aziz's, 1958); "Cerita Buat Ibunda" (Mansoer Alie, 1958); "Gerhana" (Surachman R.M., 1958); "Tikar Dilagu Bulan" (Sudjarwo, 1958); "Kepada Kakek" (Achmad Roestandi, 1958); "Bulan dan Cinta" (Sajudi, 1958); "Saat dan Hari Baik" (Hidjaz Jamani, 1958); "Kejam" (Piek Ardijanto Suprijadi, 1958); "Sepi" (Bambang Sudharto, 1958); "Jembatan Patah"; "Rumah Ditepi Laut" (Pala Sulo, 1958); "Anak Kecil"; "Wajah Bapa" (Luthfie Rachman, 1958); "Rindu" (Saleh Latief, 1958); "Ada Sepi Tiada Jemu" (Ed Moenadji, 1958); "Temu yang Terlalu Kekal" (Husny Ramly, 1958); "Tembok" (Mansur Samin, 1958); "Rumah Tua" (Urai Abdulkadir, 1958); "Jam Dinding" (Zayad Rasidi, 1958); "Kacau" (Bertino Vulkan, 1958); "Yang Terbunuh" (AZN Ariffin, 1958); "Warna Warna" (Abdul Aziz S., 1958); "Tanah Air" (Surachman R.M., 1958); "Cita" (A.S.N. Djuwandi, 1958); "Sodara Kirdjomuljo" (A. Suharno, 1958); "Kepergian Nenek" (S. Didi, 1958); "Sedap Malam" (Oo Sjahran Basah, 1958); "Mari Melagu Duet" (MM Amin Arsjady, 1958); "Maret 1957" (Farid Dimjati, 1958); "Kaca Jendela" (Ibrahim S., 1958); "Sekitar "Lorong Tuak" (Hamzah Ali, 1958); "Warung Kopi" (Kims Gangga, 1958); "Orang-Orang Dipinggir Kali" (Yoesmanam, 1958); "Nyanyian dari Kali Widara" (M. Saribi AFN, 1958); "Nyai Lorokidul"(Hendra Winahya Sunarya, 1958); "Berjuang" (Gede Mangku, 1958); "Nyaris" (Junus Anisa, 1958); "Nyanyian Anak Kandung" (Soegiharto Adhydjojo, 1958); "Salam Kepada Bunda" (Chanrond M.T. 1958); "Keluarga" (Sugianto H. Juwono, 1958); "Batu Berlumut" (Njoman Bawa, 1958); "Telanjanglah Engkau Telanjang" (D. Zauhidhie, 1958); "Tanah Air"; "Majalengka" (Ajatrohaedi, 1958); "Siborong-Borong" (P.D. Edison Sihombing, 1958); "Merapi Dihati dalam Semingkgu Di pagi Hari: 1 Maret"; "7 Maret" (Soewito M.S., 1958); "Dilamun Sepi di Pantai" (Junta Hesara, 1958); "Cerita dari Laut" (Shaleh Badhawy, 1958); "Lancang Kuning" (Moch. Joesoef Kamin, 1958); "Dari Atas Loteng" (Boang SM, 1958); "Lebaran" (Didi Suardi, 1958); "Penyair" (S. Didi, 1958); "Penyair" (M. Rasjid Fadli, 1958); "Pahatan" (Rusli Marzuki Saria, 1958); "Catatan" (Budi Darmo, 1958); "Kaca Diri" (K. Kenoeh, 1958); "Dangau Tepi Pening" (Sutamto, 1958); "Dari yang Baru" (Suradal, 1958); "Ketakutan pada Mati" (Aldian Arifin, 1958); "Doa" (Arifin Chairin Noor, 1958); "Doa" (Bambang Sudharto, 1958); "Doa" (Pram A. Soewarno, 1958); "Hujan" (Rustam Amir Effendi, 1958); "Balada Lelaki Gunung"; "Suara" (Sugianto H. Juwono, 1958); "Tenggelam di Laut" (Junta Hesara, 1958); "Jarak II" (Abdul Aziz's, 1958); "Sriwedari" (Armaja, 1958); "Kematian" (Nh. Dini, 1958); "Aku" (Trimurti Abulhajat, 1958); "Huma" (A.M. Nawawi, 1958); "Kisah Buat Mami" (Soeparwata Wiraatmadja, 1958); "Catatan Kepergian" (Luthfie Rachman, 1958); "Rumah Tiris" (Frederik Mingkid, 1958); "Datu Mukkur" (Mansur Samin, 1958); "Jiwa yang Mengenal Tuhan" (Ardiansjah M., 1958); "Terang Terbang Lalat" (Sjamsiar Seman, 1958); "Senja" (Putu Oka, 1958); "Kenyataan" (Bedjo Kr., 1958); "Kemana Air Mengalir" (M.H. Mokoginta, 1958); "Bukan itu Maksudku" (Partahi H. Sirait, 1958); "Jarak" (Nirwana, 1958); "Jatiluhur" (Sanggijo, 1958); "Tonda"; "Kemarau di Pulau" (A.D. Donggo, 1958); "Relegi Dua Wajah (C.H. A. Rondonuwu, 1958); "Malam dan Bintang"; "Lagu", "Nyanyian Derita", "Aku"(A.S.N. Djuwandi, 1958); "Yang Tanpa Sapa (I)"; Yang Tanpa Sapa (II)"; "Semarang" (Piek Ardijanto Suprijadi, 1959); "Pantai"; "Perempuan Pinggir Danau" (R.P. Sitanggang, 1958); "Sendiri"; "Magrib" (Bedjo KR, 1958); "Tamu Asing" (Marsiman Affandie, 1959); "Senja di Tanah Tandus" (Firman Sjukur G.A., 1959); "Anak dan Hari" (Budi Darmo, 1959); "Senyum Matamu" (Bertino Vulkan, 1959); "Dusun Leluhur"; "Pamit" (Mansur Samin, 1960); "Separo Dosa" (Putu Oka, 1960); "Laguduka Abang Beca"; "Senja"; "Tetembangan" (Sapardi Djoko Damono, 1960); "Serenada Merah Padam" (W.S. Rendra, 1960); "Nyanyian"; "Sebuah Hati" (A.S.N. Djuwandi, 1960); "Satu Barisan" (Piek Ardijanto Suprijadi, 1960); "Tumbuh" (L.K. Ara, 1960); "Hymne Rakyat" (Hartojo Andangdjaja, 1965); "Terasa Nikmat" (Arifin C. Noor, 1965); "Mendung Tergantung Tebal" (Sapardi Djoko Damono, 1965); "Sandarkan, Tanganmu Waktu, Diatas Bahuku" (Hidajat Ismail, 1965); "Jawaban dari Pos Terdepan"; "Januari, 1949" (Hidajat Ismail, 1965); "Aku" (Chairil Anwar, 1965); "Marilah Bicara Atas Dasar Kerja dan Cinta" (Djawastin Hasugian, 1965); "Nakhoda Ragam" (Mansur Samin, 1965); "Dari Atas Bukit Tidar" (Sapardi Djoko Damono, 1965); "Tamu"; "Kabut" (Goenawan Mohamad, 1965); "Bendera Hitam" (Surachman R.M., 1965); "Ucapan pada Hamidah" (Indonesia O'Galelano, 1965); "Dengan Puisi" (Hidajat Ismail, 1965); "Nyanyian Kembang Lalang" (Hartojo Andangdjaja, 1965); "Penguburan" (Arifin C. Noor, 1965).

Karya pembicaraan buku juga dimuat, antara lain, adalah "Hamka tentang Buku "Atheis" (1950), "Sitor Situmorang: Dalam Sajak" (Taufik Soedarbo, 1955); "S.M. Ardan Memotret Kehidupan Jakarta di dalam Terang Bulan" (B.S., 1955); "Rusman Sutiasumarga: Yang Terempas dan Terkandas" (Ajip Rossidhy, 1956); "Kumpulan Sandiwara Armijn Pane: 'Jinak-Jinak Merpati'" (A. Rossidhy, 1956); "Jean Paul Sarter: 'Pelacur'" (W.S. Rendra, 1956); "Pramoedya Ananta Toer: Midah, Simanis Bergigir Mas" (A.A., 1956).

Cerkan yang dimuat, antara lain, adalah "Dengan Benci dan Cinta" (Mundingsari, 1950); "Blora" (Pramudya Ananta Tur, 1950). Esai yang dimuat, antara lain, adalah "Arjuna Wiwaha dan Munding Laya Kawula-Gusti" (M.A. Salmoen, 1950); "Takdir sebagai Pengarang Roman" (Idrus, 1950); "Angkatan 45 dalam Revolusi Nasional" (Irvan, 1950); "Carita Pantun" (M.A. Salmun, 1950); "Nabi Adam dan si anak Hilang" (Mh. Rustandi Kartakusuma, 1950); "Sajak-Sajak Multatuli didalam Basa Melayu" (B.S., 1956); "Bentuk dan Fungsi Susila dalam Islam" (Sjafi R. Batuah, 1956); "Sajak-Sajak Sanusi Pane" (A. Rossidhy, 1956); "Kejadian Dunia dan Manusia" (H. Njangkal, 1956); "Simposion Sastera di Solo" (Moh. Rustandi Kartakusuma, 1958); "Prakata" (Mh. Rustandi Kartakusuma, 1958); "Sitor Situmorang sebagai Penyair dan Pengarang Cerita Pendek (I) dan (II)" (J.U. Nasution, 1958); "Sendi-Sendi Senidrama Modern" (Amrin Thaib, 1958); "Membaca Sajak" (Harijadi S. Hartowardojo, 1959); "Dr. Zhivago oleh Boris Pasternak: suatu pandangan Indonesia" (Soedjatmoko, 1959); "Drama Cekov dan Pementasannya oleh ATNI" (Moh. Rustandi Kartakusuma, 1959); "Sastera Indonesia-Tionghoa" (Nio Joe Lan, 1959); "Membahas Beberapa Persoalan" (J.U. Nasution, 1959); "Tiga Pemenang Drama Tahun 1958" (Drs. H.B. Jassin, 1960); "Kemerdekaan dan Kesenian" (Trisno Sumardjo, 1960); "Beberapa segi dalam Memenuhi Hasrat Para Peminat Seni Peran" (Usmar Ismail, 1960); "Persoalan Budaya dari Pengaktuilan Pengertian 45" (Iwan Simatupang, 1960); "Pengertian yang Salah Terhadap Methode Analitik dalam Kritik Puisi" (Sutisna Adji, 1965); "Imajinasi Murni Hanya bagi Sastrawan" (Darmanto Jt. 1965); "Pahlawan yang dilupakan: Mas Marco Katodikromo 18 Maret 1932—18 Maret 1965" (Soe Hok Gie, 1965).

Karya drama yang dimuat, antara lain, adalah "Arjuna Wiwaha" (Bahrum Rangkuti, 1950); "Opsir Rasidi" (Tatang Sastrawiria, 1950); "Selamat Jalan, anak Kufur: Sandiwara satu babak" (Utuy T. Sontani, 1956); "Dewi Omega: Drama Bersajak" (Teguh Asmar, 1958); "Keluarga Muda (Murti): Drama Satu Babak" (H.G. Soedarmin, 1958); "Bunga Merah yang Merah Semua, Bunga Putih yang Putih Semua" (Mh. Rustandi Karta Kusuma, 1958); "Raut Muka Perempuan: Drama Satu Babak" (Soedono B.S. 1958); "Bahana Lautan Malam: Drama bersajak" (Mansur Samin, 1959); "Pak Dullah in Extremis (Drama satu babak)" (Achdiat K. Mihardja, 1959).

Cerita pendek yang dimuat, antara lain, adalah: "Kalianget" (St. Nuraini, 1950); "Timbul dan Sueb" (Sk. Muljadi, 1955); "Seorang Orang Tua" (W.S. Rendra, 1955); "Betapa Enak Bisa Ketawa" (S.M. Ardan, 1956); "Hujan Melebat Juga" (Suman Djaya, 1956); "Pasar Malam" (S.M. Ardan, 1956); "Dalam Asrama" (Trisno Sumardjo, 1956); "Sunyi Senyap Disiang Hidup" (Pramoedya Ananta Toer, 1956); "Rumah Tangga" (Rivai Apin, 1956); "Pusi" (Njoman Suwandhi Pendit, 1956); "Tali Rebab" (Djamil Suherman, 1956); "Puteri Cina" (Mata Merah, 1958); "Yang Tak Terduga" (Boy Warow L.F., 1958); "Malam dan Langit Merah" (Rasjid A.L., 1958); "Bus Penghabisan" (Edmont-Tes, 1958); "Tak Kembali Lagi" (Bokor, 1958); "Bulan-Bulan yang Berawan" (Cornel Kindirek P.M., 1958); "Lebaran Tinggal Sehari" (Hidjaz Jamani, 1958); "Jatuh" (Marsiman Affandie, 1958); "Sungai Serai" (Zainal Arifin Nasution, 1958); "Christien" (Achdiat K. Mihardja, 1958); "Hampa Anak" (Bagin, 1958). "Orang Tua" (Ananta Piola, 1958); "Matinya Seorang Kakek" (Zoelharman S., 1958); "Lagu Cintaku buat Perempuan Lea" (Pala Sulo, 1958); "Mencari Kedamaian" (Hidjaz Yamani, 1958); "Membawa Hati Remaja yang Tersiksa" (H.A. Dharsono, 1958); "Kalau Pulang" (Zayad Rasidi, 1959); "Memperebutkan Warisan" (Zainal Arifin Nast., 1959); "Goprak" (Piek Ardijanto Soeprijadi, 1959); "Meninggalkan Neraka" (Horman Samosir, 1959); "Malam Natal" (Bagin, 1959); "Rahasia Ayahku" (Horman Samosir, 1959); "Kisah Akhir Tahun" (Virga Belan, 1959); "Bayinya Kulitnya" (Mochtar Lubis, 1960); "Kami Semua Turunan Pembajak" (A.D. Donggo, 1960); "Ricik Hujan Pagi" (Djamil Suherman, 1960); "Pelaut" (Ras Siregar, 1965); "Nenek Turun Tangan" (Lau Shaw, 1965); "Dari Jakarta" (Isma Sawitri, 1965); "Bala" (Idrus Ismail, 1965); "Magrib Menggelap" (S.N. Ratmana, 1965); "Repisi" (Sl. Suprijanto, 1965); "Pesta Dibawah Pohon" (B. Jass, 1965); "Jimat" (Masao Yamakawa, 1965); "Sawah" (A.E. Suwita, 1965); "Rubuhlah Satu Per-satu, Rubuh" (Sapardi Djoko Damono, 1965); "Burung Elang dan Tuhan" (Sjamsi D.N., 1965).

Karya terjemahan yang dimuat, antara lain, adalah "Jantung yang Bertutur" cerita pendek karya Edgar Allan Poe (Trisno Sumardjo, 1956); "Kupu-Kupu" novel karya Anton P. Tsjechow (Toto Sudarto Bachtiar, 1956). Sementara itu, cerita rakyat yang dimuat antara lain: "Dongeng Rakyat 'Dampoawang'" (R. Darjono, 1956), "Bunga Fajar" (L.M. Paulus Weadoi, 1959). Selain itu, juga dimuat cerita bersambung yaitu "Beberapa Pengalaman" (Wiku, 1958).