Deliana

(1927—1928)
Media Penyebar/Penerbit Sastra

Majalah Deliana terbit di Medan, Sumatra Utara, pertama kali terbit tahun 1927 sebagai majalah bulanan. Penerbitnya adalah Firma Zahari & CO dengan Moskeestraat 25, Telepon 1355, Medan.Pengelola Deliana adalah Zahari, sebagai direktur. Majalah yang berukuran 18,1 cm x 24,2 cm ini termasuk majalah berita. Isi majalah ini, antara lain tulisan mengenai politik, kebudayaan, ekonomi, dan karya sastra. Sebagian besar isi majalah ini adalah berita-berita tentang kota Medan, Deli, dan Sumatra pada umumnya.

Deliana mempunyai ruang khusus untuk memuat karya sastra yang disediakan secara rutin. Jenis-jenis karya sastra yang dimuat adalah cerita pendek, drama, dan sjak. Cara untuk memperoleh karya sastra yang akan dimuat adalah dengan menunggu kiriman dari para pengarang. Pengarang-pengarang yang sering mengirimkan naskahnya, antara lain, adalah Oriza Sativa, Oesman Hoesin, Madong Loebis, dan M. Saleh Oemar.

Penyebaran Deliana sampai di tingkat nasional, sekurang-kurangnya sampai ke Jakarta. Agen utama majalah ini berada di Medan. Sasaran pembaca majalah ini adalah kalangan kelas atas dan kelas menengah. Deliana dapat dibeli dengan cara eceran dan berlangganan dengan harga f 1,10 per tiga bulan, f 2 per enam bulan, dan f 4 untuk satu tahun.

Motivasi kelahiran Deliana adalah menampung aspirasi dari rakyat Indonesia. Keberadaan majalah ini ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini terlihat dalam semboyan atau moto yang dipakai majalah ini, yaitu "Soerat Boelanan Bergambar oentoek Seloeroeh Indonesia".

Karya-karya sastra yang pernah dimuat dalam Deliana, antara lain, adalah (1) Tooneel-Voordracht: "Time is money, waktu itu uang", karya Oryza Sativa (nadruk verboden), 1 Juli 1928; (2) Feuilleton: "Percintaan Sitti Basra" karya Oesman Hoesin, 1 Juli 1928; (3) Puisi: "Seruan yang Berarti" karya Muss Liomi, 1 Agustus 1928, (4) Artikel Sastra: "Tentang Tooneel" karya Zea Mays, 1 Agustus 1928; (5) Cerita pendek: "Cerita Pandak" karya M. Saleh Oemar, 1 Agustus 1928; (6) Puisi: Cantik Nian Tanah Kita" karya Madong Loebis, 1 September 1928.