Dayak Pos

(2000—...)
Media Penyebar/Penerbit Sastra

Dayak Pos adalah salah satu surat kabar yang sangat konsisten dalam mengangkat dan memajukan karya sastra Kalimantan Tengah. Sejak berdiri tahun 2000 silam, Harian Umum ini telah memomulerkan karya-karya penyair Kalteng. Selain memuat kamus Bahasa Dayak Ngaju, terdapat pula rubrik pojok sastra, isinya berupa sajak yang diterbitkan setiap harinya. Ada pula rubrik "penyang belum"yang berarti kekuatan hidup. Rubrik itu berisi cerita rakyat dalam bahasa Dayak Ngaju. "Cerpen dan pepatah pujangga" juga menjadi rubrik rutin.

Harian yang didirikan di Pahandut, Palangkaraya pada tanggal 17 Juli 2000 itu memiliki moto "membangun demokrasi rakyat, karena rakyat kami ada". Selain itu harian Dayak Pos juga mematri semangat Tjilik Riwut "tak ada rotan akar pun jadi" sejak awal berdirinya. Dayak Pos ingin memberikan kontribusi untuk pembangunan Kalteng dari ketertinggalannya dari daerah lain serta memotivasi masyarakat Kalteng untuk gemar membaca.

Pada awalnya Dayak Pos didirikan dan dikelola oleh Yayasan Damai Sejahtera dan didukung percetakan PT Tanjung Nyahu Mitra Raya. Pada waktu itu Dayak Pos hanya terbit dengan delapan halaman. Dari yayasan, Dayak Pos menjadi PT Dayak Kalteng Sejahtera Pers. Dayak Pos pun mulai menambah halamannya menjadi duabelas halaman pada tahun 2005. Sejak tahun 2006 Dayak Pos telah terbit 16 halaman. Sebagai koran lokal, Dayak Pos ingin membuktikan bahwa koran lokal pun mampu bersaing dan bermitra dengan media lain.