Datang Malam

(1963)
Karya Sastra

Datang Malam merupakan kumpulan cerita pendek karya Bokor Hutasuhut yang diterbitkan pada tahun 1963 oleh NV Nusantara, Bukittinggi dan Jakarta. Format buku itu berukuran 13 x 18 cm. Dalam kumpulan cerpen itu terdapat tujuh cerita pendek, yaitu (1)" Bebas", (2) "Bayonet", (3) "Datang Malam", (4) "Ziarah", (5) "Tuak", (6) "Bon-Bon", dan (7) "Matahari di Atas Sawah". Salah satu judul cerita pendek, yakni "Datang Malam" dijadikan judul buku. Cerita pendek "Bebas" mengisahkan kelahiran seorang anak dari seorang ibu yang sangat mendambakan anak laki-laki, sedangkan cerita kedua yang berjudul "Bayonet" menceritakan tentang orang-orang desa yang mengeroyok orang Jepang karena orang Jepang itu telah menghancurleburkan adat desa. Cerita pendek "Datang Malam" mengisahkan tentang pahitnya perjuangan masyarakat dalam menentang penjajah Belanda di Indonesia dan cerpen ini menjadi judul untuk kumpulan cerpen tersebut. Cerpen "Ziarah" menceritakan tentang perjuangan mempertahankan tanah leluhur, sedangkan cerpen yang berjudul "Tuak" menceritakan tentang manusia yang keluar masuk tempat minuman tuak dengan wajah-wajah yang keras, yang menghadapi hidup dengan hati yang tabah, dan kadang-kadang mengalami hari yang sial. Cerpen "Bon-Bon" menceritakan tentang kenangan seorang anak muda yang baru pertama kali jatuh cinta, sedangkan cerita pendek "Matahari di atas Sawah" menceritakan tentang kehidupan petani dengan ternak dan anak-anak mereka yang memerlukan uang setiap saat. Suasana desa petani khas Sumatera Utara diperlihatkan di dalam cerita tersebut.

Secara umum, cerpen-cerpen itu menceritakan tentang kehidupan masyarakat Sumatra Utara ketika Jepang baru masuk ke Indonesia. Selain itu, cerpen-cerpen tersebut menceritakan tentang kekejaman Belanda terhadap masyarakat Indonesia. Berbagai karakteristik manusia dalam masa-masa yang sulit itu dihadirkan pengarang dari berbagai sisi kehidupan.

H.B. Jassin dalam bukunya yang berjudul Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan esei IV (1967), mengemukakan bahwa dalam kumpulan tujuh cerita pendek yang berjudul Datang Malam, kita diperkenalkan dengan lingkungan alam leluhur Bokor Hutasuhut. Cerita-cerita itu sederhana dan tidak memiliki tegangan, tetapi menarik karena kelincahan pengarangnya dalam melukiskan peristiwa, dan kesegaran bahasanya.