Dan Senja pun Turun

(1982)
Karya Sastra

Dan Senja pun Turun merupakan novel karya Nasjah Djamin yang diterbitkan oleh Sinar Harapan, Jakarta, pada tahun 1982. Buku ituberukuran 13 x 19 cm dengan ketebalan 195 halaman, dan terdiri atas 17 bab. Pada halaman belakang buku itu dicantumkan riwayat singkat mengenai pengarang disertai dengan foto dirinya.

Dalam novel itu ditampilkan pelaku utama, Anwar, sebagai sosok supernatural. Ia digambarkan sebagai manusia yang serba tahan terhadap berbagai ujian dan benturan kebutuhan hidup seakan separuh dewa. Anwar pun digambarkan sebagai pemuda yang tampan, pintar, dan menyimpan modal kejantanan sehingga menjadi "piala bergilir" bagi perempuan-perempuan kesepian dan haus hiburan jasmani.

Pada halaman belakang novel itu Sumardi mengemukakan bahwa hubungan lelaki dan perempuan, terutama mengenai kehidupan seksual, merupakan masalah utama novel Dan Senja pun Turun. Di satu pihak, ia dipandang sebagai sesuatu yang rutin dan diremehkan. Di pihak lain, ia menjadi pangkal pencarian dan pemikiran. Pada kelompok pertama berdiri tokoh Mia, Tience, Mini, dan Tini. Pada kelompok kedua berdiri tokoh Anwar dan Nuning.

Korrie Layun Rampan (1982) memandang masalah dalam novel populer selalu berkaitan dengan persoalan cinta dan dunia yang gemerlapan dengan berbagai atribut kemudahannya. Tampaknya, berbagai kemudahan itulah yang memperjelas bahwa novel Dan Senja pun Turun merupakan jenis cerita populer walaupun kadar sastranya memang ada. Korrie Layun Rampan menilai bahwa novel itu dapat dipandang sebagai pembalikan kisahnya yang hanya berisi cinta dan seks. Tampaknya, pengarang bukan mempermasalahkan seks sebagai seks yang verbalis, melainkan sebagai ajakan kepada pembaca untuk menilai kembali perbuatan yang salah dan apa sebenarnya dosa itu. Selanjutnya, pengarang mengajak pembaca untuk merenungi nilai-nilai moral dan agama dalam arti yang murni, yakni bahwa manusia sebenarnya harus menjaga susila, harga diri, kepercayaan dan agama sebagai landasan hidup. Di satu pihak Nasjah memperlihatkan ekses modernisasi yang membawa efek ketimpangan sosial. Di lain pihak ia memperlihatkan pengaruh kekuatan sosial dalam kehidupan manusia.